Muqodimah Panahan

Panahan bukan hanya sekedar olahraga, sejak pertama di temukan alat panah tertua itu di Mesir yang berusia 5000 th SM. Pada zaman nya, panahan di gunakan untuk berburu dan mengumpulkan makanan, lalu seiring berkembang nya zaman, olahraga panahan berubah fungsi menjadi senjata dan digunakan untuk berperang. Saat zaman modern ini, panahan lebih sering digunakan untuk olahraga, tercatat dalam sejarah, negara-negara terkuat dizaman nya, memiliki pasukan pemanah yang banyak dan kuat. Tercatat pula dalam sejarah bila raja-raja terdahulu adalah para pemanah dan pemburu handal, bahkan dalam riwayat nya para nabi, bahkan Rasulullah sendiri pun adalah seorang pemanah yang handal. Bagi kita bangsa Indonesia, panahan bukan hanya sekedar olahraga, tapi juga budaya bangsa, nenek moyang kita pun memainkan panah (jemparing) pada saat itu.

Apalagi bagi kita seorang muslim, panahan bukan hanya sekedar olahraga dan budaya, tapi juga adalah Sunnah. Banyak hadits yang menjelaskan tentang keutamaan memanah dan adu ketangkasan fisik, salah satu nya: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.” (QS. al-Anfal/8: 60).

Ingatlah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah. Ingatlah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah. Ingatlah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah.” (HR. Muslim). Tiga kali Nabi SAW mengulang kalimat ini. Tentu dapat dipahami maknanya. Dengan tafsir apapun dan pada masa kapan saja, kemampuan memanah ini sangat penting dikuasai.

Panahan, adalah olahraga repetisi, segala kegiatan nya dilakukan berulang-ulang, kesempurnaan dalam setiap gerakan nya harus diasah terus menerus, panahan juga adalah olahraga penuh makna dan filosofi tersendiri, selain melatih fokus, disiplin, percaya diri, tertib, panahan pun membutuhkan komitmen tinggi untuk melaksanakan olahraga nya dengan sempurna dan berkelanjutan.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

Muhammad bin Rumh bin Al-Muhajir telah memberitahukan kepada kami, Al-Laits telah memberitakan kepada kami, dari Al-Harits bin Ya’qub, dari Abdurrahman bin Syamamah, bahwa Fuqaim Al-Lakhmi berkata kepada Uqbah bin Amir, ‘Dua tujuan ini saling berbeda, sementara engkau telah tua dan membuat engkau susah. Uqbah pun berkata, ‘Seandainya bukan karena perkataan yang telah saya dengar dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, niscaya saya tidak akan mempedulikannya.’

Al-Harits berkata, ‘Saya pun bertanya kepada Ibnu Syamamah, ‘Apakah itu?’ Ia menjawab,

“Sesungguhnya ia mengatakan, “Barangsiapa telah mengetahui tentang memanah kemudian meninggalkannya, maka dia bukan termasuk golonganku, atau telah bermaksiat.” (HR. Muslim)

Pengenalan alat, teknik-teknik dasar memanah, cara berdiri dan sikap kuda-kuda adalah beberapa hal yang pertama kali akan diajarkan. Bagi pemula yang baru belajar, jangan khawatir jika sikap berdiri akan terasa kaku dan tangan gemetar. Sebab itu adalah hal wajar dan jika rajin latihan maka tangan serta kuda-kuda akan terbiasa dan lebih kuat. "Ada orang dewasa yang gemetaran saat pegang alat. Sebenarnya alatnya nggak terlalu berat, lumayan sekitar 1 kg yang paling ringan. Tapi kadang mereka tidak percaya diri saat menarik string panahnya, itu yang kita latih di sini," ujar Pria yang belajar memanah sejak 2012, dan menjadi pelatih panahan di awal 2017 ini.

Pandu pun memberikan tips bagi mereka yang ingin mulai olahraga panahan. Pertama, tubuh dan pikiran harus relaks. Kedua, aturlah emosi dan lakukan dengan perlahan, jangan terburu-buru. Menurut Pandu jika latihan dilakukan dengan terlalu berambisi justru akan sulit mengenai target. "Harus kontrol itu semua dan nggak boleh terlalu berambisi. Siapkan diri secara fisik. Kita pun ada latihan kekuatan lengannya," pungkas pria berusia 34 tahun ini.